DIRGAHAYU TNI

DIRGAHAYU TNI

Minggu, 07 Desember 2014

KORBAN HANYUT DI SUNGAI BRANTAS DITEMUKAN



Malang | Minggu (7/12/2014) Setelah melakukan pencarian korban hanyut selama 3 hari, akhirnya SAR gabungan (Senkom Mitra Polri, SAR Trenggana, SAR Pakem dan TRC Bakesbang Kota Malang) berhasil menemukan  jasad korban pada hari Minggu (7/12/2014) sekitar pukul 11.30 WIB.  Lokasi penemuan di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, berjarak sekitar 6 KM dari lokasi jatuhnya korban.
Korban adalah Fahril Maulana (14 tahun) anak dari pasangan Asnan dan Rohmah, yang beralamat di Jl. Muharto Gang V RT/RW: 07/08 Kedungkandang Malang.  Awal kejadian Kamis sore (4/12/2014) korban bermain bola bersama teman-temannya, berusaha mengambil bola yang tercebur di sungai Brantas.  Korban terjatuh dan hanyut karena tidak bisa berenang.  Warga yang berada di sekitar kejadian berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil.  Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungkandang dan SAR.
SAR Senkom Mitra Polri diperkuat 10 personil, Suyono Baskoro, Suwadi, Sodik, Syafi’i, Wiyadi, Mahbub, Andik, Irul, Zen  dan Sadeck Warnanto


Sabtu, 18 Oktober 2014

Profesi Ini Diperbolehkan Miliki Pistol


        Senkom MP | JAKARTA - Tidak semua masyarakat diperbolehkan memiliki senjata api atau pistol. Ada sejumlah syarat dan ketentuan bila ingin memiliki pistol.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) No.82/2004 orang-orang yang bisa diberikan ijin memiliki senjata api bela diri tersebut di antaranya pejabat DPR/MPR/legislatif, pejabat Eksekutif, pejabat pemerintah, pejabat swasta, pengusaha, direktur utama, komisaris, pengacara dan dokter.
Namun, lanjut Rikwanto, tetap tidak semuanya bisa membawa atau menenteng senjata api tersebut sembarangan terutama di tempat umum.
"Syarat untuk mendapatkannya, berusia 24-65 tahun, minimal mengikuti kelas menembak selama tiga tahun, lulus tes psikologi, lulus tes kesehatan, dilengkapi surat keterangan dari instansi atau kantor dari orang yang ingin mendapatkan ijin memiliki senjata api," ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat 17 Oktober kemarin.
Selain itu, menurut Rikwanto, pemilik juga harus lulus uji keterampilan mengamankan dan merawat senjata api dan digunakan apabila dalam situasi dan kondisi yang mengganggu keselamatan jiwanya.
"Jadi ketentuannya sangat ketat, dan tidak sembarangan," jelasnya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons