DIRGAHAYU TNI

DIRGAHAYU TNI

Senin, 11 April 2016

2000 PERSONIL SENKOM IKUTI DIKLATNAS BELA NEGARA DAN KAMTIBMAS


JAKARTA (11/4/2016) – Sebanyak 2000 (dua ribu) personil  Senkom Mitra Polri mengikuti Pendidikan dan Latihan Nasional (Diklatnas) Bela Negara dan Kamtibmas, yang digelar selama tiga hari mulai hari Selasa tanggal 12-14 April 2016, di Gedung Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.


Acara akan dibuka oleh Menteri Pertahanan Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu, yang didampingi Kapolri, Panglima TNI dan sejumlah Menteri.



Diklatnas Bela Negara dan kamtibmas Senkom Mitra Polri tahun ini bertema, “PENINGKATAN KEMAMPUAN, PERAN DAN KEMITRAAN SENKOM MITRA POLRI UNTUK MENJADI ORGANISASI PROFESIONAL DAN BERKARAKTER”.  Para peserta berasal dari perwakilan pengurus di seluruh Indonesia, yang keberangkatannya mengikuti Diklatnas ini dilepas oleh para pimpinan kepolisian dan satuan perangkat kerja di daerah masing-masing sesuai tingkatan yaitu Provinsi, serta Kabupaten dan Kota.



“Penting bagi senkom untuk melaksanakan program-program yang terintegrasi secara nasional, sehingga dalam setiap pergerakannya memiliki acuan LEBIH terarah dalam mencapai visi misi organisasi, serta dapat berkolaborasi, bekerjasama dan kegiatan - kegiatannya terintegrasi dengan rencana program pemerintah yang dilakukan melalui lembaga-lembaga negara seperti KEMHAN, polri, tni, kemendagri, kemenkominfo dan lain-lain,”  terang Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Muhammad Sirot, S.H, S,IP., terkait tema kegiatan diklatnas.


Materi Bela Negara dan Kamtibmas merupakan materi pokok yang diberikan dalam pelatihan-pelatihan Senkom, namun kali ini Bela Negara lebih ditekankan lagi sebagai bentuk dukungan terhadap Kemhan dalam rangka membentuk 100 juta Kader Bela Negara.


“Malaysia yang penduduknya 30 juta membentuk 8 juta kader Bela Negara yang diwadahi dalam Pasukan Rela. Kita dengan jumlah penduduk lebih besar dan wilayah kedaulatan lebih luas tentunya juga harus memiliki kader lebih banyak lagi. Bela Negara adalah hak setiap warga Negara, dan Senkom terpanggil untuk itu sebagai komitmen dalam berbangsa dan bernegara, serta sebagai upaya warga Negara untuk berkontribusi memberikan pengabdian kepada negaranya,” tutur Muhamad Sirot.

Sementara itu dalam bidang Kamtibmas, Senkom Mitra Polri dengan segenap sumber daya yang dimiliki, setiap hari selama 24 jam melakukan pantauan kamtibmas di lingkungan masing-masing, dan melaporkan melalui jalur koordinasi yang ada. Sedangkan setiap pagi, dilaksanakan laporan situasi (lapsit) Kamtibmas dan kebencanaan secara nasional, dengan peralatan komunikasi analog dan digital yang telah dimodifikasi sehingga minimal berbekal radio genggam (HT) maka seorang anggota Senkom dapat melaporkan situasi di lingkungannya, maupun berkomunikasi dalam lingkup nasional, bahkan lintas Negara.



Materi selama tiga hari diklat akan diberikan oleh Kemhan, Kemenko PMK, Mabes TNI, Mabes Polri (Baharkam, Dit Intelkam, Div IT, BNN, Korlantas), Kemenkominfo, Kemendagri, BNPB, BASARNAS dan lain-lain. (*)



HUMAS : 081585792280 | humas@senkom.or.id | www.senkom.or.id| telegram.me/turnbackcrime

Melalui MoU dengan Kemhan dan Diklatnas, Senkom Pertegas Komitmen Bela Negara

Jakarta (12/4/2016)- "Senkom Mitra Polri dalam perjalanan selama 12 tahun ini memberikan pendidikan dan latihan di seluruh tingkatan dengan tiga klaster materi utama yang disampaikan bersamaan yaitu Kamtibmas, Kebencanaan dan Bela Negara. Maka dengan adanya MoU dengan Kemhan pada tanggal 12 februari lalu dan diklatnas ini, mempertegas komitmen Senkom sebagai potensi pertahanan atau Bela Negara, sejalan dengan program yang sedang digiatkan pemerintah,” ujar Ketua Umum Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri, Muhamad Sirot, di Aula Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selasa (12/4/2016).

 Sebagaimana diketahui sekitar dua bulan silam atau tepatnya pada hari Jum'at (12/2/2016), Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Pertahanan, dalam rangka menegaskan komitmen sebagai potensi pertahanan yang siap dilatih, dan diberdayakan bilamana Negara membutuhkan.

Eksistensi Senkom di bidang bela Negara antara lain dibuktikan dengan pendidikan dan latihan yang melibatkan TNI sejak ormas ini berdiri tahun 2004, baik di pusdiklat maupun di tingkat masing-masing provinsi dan kabupaten/kota, serta kegiatan-kegiatan lain dalam operasi militer selain perang (OMSP) bersama TNI.

Arif Nurokhim selaku Sekjen Senkom mengungkapkan, bahwa program bela Negara di Senkom bukan hal baru, dan sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia. "Ini sebagai bentuk dukungan Senkom terhadap program pemerintah mengenai Bela Negara, Sebagian pelatih inti Bela Negara juga berasal dari Senkom,” terang Arif.

Komitmen Senkom dalam Bela Negara, terlihat dari sesanti atau semboyannya, NKRI Harga Mati!. Sedangkan dua klaster lainnya, di bidang kamtibmas (Senkom Mitra Polri) memiliki semboyan Menembus Jarak Tanpa Batas, dan Senkom Rescue dengan semboyan Siaga Saat Aman, Ada Saat Dibutuhkan.

Organisasi Senkom selain melakukan kegiatan rutin harian berupa lapoan situasi (lapsit), juga melakukan Rakor Nasional dua kali setiap bulan, dibagi menjadi dua yaitu untuk wilayah Indonesia timur yang meliputi Jawa Tengah hingga Papua, dan Rakornas wilayah barat untuk wilayah Jawa Barat hingga Aceh. “Koordinasi nasional ini penting karena di forum itu disosialisasikan program-program, dilakukan instruksi-instruksi, evaluasi kegiatan, hingga konsultasi berbagai masalah yang ditangani di daerah-daerah. Disamping itu jadi ajang berbagi informasi dan saling berkompetisi mengukir prestasi, karena itulah maka dalam rakornas itu juga dikumpulkan laporan-laporan kegiatan satu bulan yang secara keseluruhan mencapai ratusan, dan menggambarkan betapa semangatnya mereka,” terang Muhamad Sirot.

Beberapa waktu silam Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan menyambut baik dan merasa berbesar hati karena begitu banyaknya komponen masyarakat yang ingin membela negara. Kementerian Pertahanan telah membentuk kader pembina bela negara di 45 kabupaten dan kota secara serentak pada tahun lalu tehadap 4.500 warga sipil yang siap menjadi pembina.

Setiap tahun, Senkom memiliki kemampuan melatih sekitar 70ribu anggotanya di seluruh Indonesia, yang dikemas dalam diklat dan orientasi anggota, yang dilaksanakan di 34 propinsi. Setidaknya hal itu terbukti pada tahun 2013 lalu ketika dilaksanakan orientasi anggota baru dengan materi Bela Negara, Kamtibmas dan Rescue.

HUMAS: 081585792280 (Mahar Prastowo) | humas@senkom.or.id | www.senkom.or.id | telegram.me/turnbackcrime

SENKOM Adalah Organisasi Kemanusiaan

Jakarta (12/4/2016) - Organisasi Senkom (Sentra Komunikasi) Mitra Polri dari masa ke masa mengalami dinamika yang semakin baik dalam kinerja keorganisasian, maupun peran di masyarakat. Salah satu peran Senkom ialah dalam kebencanaan melalui klaster Rescue atau Senkom Rescue, yang melakukan tugas dan fungsi kemanusiaan mulai dari mitigasi, evakuasi hingga rehabilitasi dalam kebencanaan.

Dalam sejarahnya, Senkom Rescue terbentuk satu tahun setelah Senkom didirikan yaitu 1 Januari 2005. Kala itu, Senkom yang baru setahun merasa terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan dalam kejadian bencana tsunami di Aceh.

Mendadak sebagai relawan korban tsunami saat itu, Senkom menemukan begitu banyak kekurangan dalam bekal keterampilan maupun pengetahuan tentang kebencanaan. Maka sejak itu, dilaksanakanlah berbagai kegiatan pelatihan mengenai pengetahuan dan keterampilan sebagai relawan kebencanaan, dengan melibatkan BASARNAS dan BNPB, maupun badan lain.

Untung Maulana, salah satu ketua Senkom yang mebidangi kebencanaan menyatakan, sejak peristiwa tsunami itu Senkom melatih anggotanya agar tidak gagap ketika terjadi bencana. “Berdasarkan data yang diterbitkan BNPB tahun 2015 lalu, potensi Senkom unggul di berbagai hal, diantaranya jumlah SDM relawan terlatih yang tercatat hampir sepuluh ribu orang, serta potensi pendukung lainnya seperti perlengkapan meski jika dihitung dengan frekuensi bencana di Indonesia, maka sangat-sangat kurang,” ujar Untung.

Karena aktifnya Senkom dalam berbagai bencana seperti gempa, banjir, gunung meletus serta kecelakaan transportasi darat, laut serta udara, Senkom mendapatkan penghargaan BNPB, serta penghargaan terkait kegiatan taktis menemukan lokasi pesawat jatuh beberapa waktu lalu.

“Pada dasarnya kami ini hanya organisasi yang menghimpun potensi masyarakat, yaitu mereka yang merasa terpanggil untuk mendedikasikan  dirinya untuk kemanusiaan, maka kami rekrut sebagai relawan, maka diharapkan kepada pemerintah melalui BASARNAS dan BNPB supaya dapat terus memberikan dukungan berupa latihan-latihan dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Untung.

Dengan kemampuan utama bidang informasi bagi anggota senkom secara umum, maka informasi kebencanaan ataupun kecelakaan sangat cepat tersampaikan, dengan demikian maka penanganannya juga menjadi lebih cepat.

Setiap tahun, Senkom melaksanakan pelatihan di seluruh Indonesia, yang dikemas dalam diklat dan orientasi anggota, yang dilaksanakan di 34 propinsi. Pada tahun 2013 lalu ketika dilaksanakan orientasi anggota baru dengan materi Bela Negara, Kamtibmas dan Rescue, Senkom dapat melatih sekitar 70 ribu anggota di seluruh Indonesia.

“Jadi dalam satu paket pelatihan itu, kita mendapatkan kader kamtibmas, kader bela negara serta relawan kemanusiaan,” kata Untung Maulana.


HUMAS: 081585792280 (Mahar Prastowo) | humas@senkom.or.id | www.senkom.or.id | telegram.me/turnbackcrime

SENKOM Rakyat Terlatih, Dapat Dipercaya untuk Berbagai Kerjasama Strategis

Jakarta (12/4/2016) – “Senkom (Sentra Komunikasi, red) Mitra Polri adalah organisasi yang berisi orang-orang berjiwa sosial tinggi, loyal, kompak dan dapat dipercaya. Mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan membiayai sendiri secara gotong royong. Maka tak heran jika Wakapolri Irjen Pol. Nanan Sukarna saat menjabat sebagai Wakapolri mengatakan bahwa Senkom bekerja membantu negara, seharusnya dibiayai oleh negara,” ujar Mahar Prastowo, Humas Senkom Mitra Polri, yang juga aktif di sejumlah organisasi.
Dengan sumber daya manusia yang terus dilatih baik secara internal organisasi maupun menggandeng berbagai pihak sesuai kompetensinya, Senkom menjadi rakyat terlatih yang siap setiap saat dimana dibutuhkan.
“Karena itu kepada para pihak berkepentingan, jangan ragu untuk menjalin kerjasama dengan Senkom, selama kerjasama itu sama-sama saling menguntungkan,” ujar Mahar.
Menurut Mahar, banyak hal dapat dikerjasamakan bersama Senkom. Misalnya dalam pelaksanaan CSR perusahaan, bersama Senkom dapat dilakukan berbagai kegiatan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan mulai dari penjagaan dan pemulihan kualitas lingkungan hidup hingga pemberdayaan potensi masyarakat secara ekonomi, pendidikan dan lainnya.
Demikian halnya dengan pemerintah, termasuk kementerian pertahanan, dalam melaksanakan program membentuk 100 juta kader Bela Negara. Dengan mengumpulkan 2000 peserta diklatnas, mereka akan menyampaikan kembali di daerahnya masing-masing sebagai kader yang akan membentuk kader lagi. Jika hal ini rutin dilakukan, maka dapat mempercepat tercapainya angka yang ditargetkan.
Berdasarkan pengalaman di berbagai kabupaten dan kota yang telah melaksanakan pelatihan kader Bela Negara, sebagian besar kuota terpenuhi oleh anggota Senkom, karena mencari kader dari unsur masyarakat lainnya masih terbilang sulit.
“Ini soal panggilan jiwa yang dipupuk melalui pembekalan nilai-nilai kebangsaan dan ditanamkan kepada para anggota, jadi dalam hal Bela negara, jangan ragukan Senkom, karena NKRI harga mati!’ pungkas Mahar.

HUMAS
CP 081585792280
e: humas@senkom.or.id |
Web: www.senkom.or.id |
Channel: telegram.me/turnbackcrime

Selasa, 01 Desember 2015

SENKOM KOTA MALANG MENGIKUTI WORKSHOP PENINGKATAN KAPASITAS KINERJA DI SURABAYA

Senkomkotamalang.or.id | Surabaya,30/11/2015 -  Sentra Komunikasi (Senkom)
Mitra Polri Kota Malang mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja yang diselenggarakan oleh Sentra Komunikasi (Senkom)
Mitra Polri Provinsi Jawa Timur. Adapun utusan Senkom Kota Malang adalah Khoirul Basnovie, ST (Ketua), Arif Sukmanto (Wakil Ketua), Anas Nursofyan (Sekretaris), Suyono Baskoro (Korcam Sukun), Adi Wiratama, SH (Korcam Klojen) dan Agus (Korcam Kedungkandang).

Acara ini bertemakan menuju organisasi yang solid,
profesional, dan mandiri sehingga diharapan Senkom dapat berperan
serta dalam menyelesaikan masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah
masyarakat.
Adapun tujuan digelarnya Workshop Senkom se-Jawa Timur ini untuk
menyamakan sudut pandang dalam berpikir dan berupaya ikut menciptakan
kamtibmas sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Setelah itu, seluruh
peserta Workshop yang terdiri dari 38 pengurus kabupaten dan kota
dapat langsung mengimplementasikan hasil workshop kepada jajarannya
baik di tingkat kabupaten/kota, koordinator wilayah, dan pengurus
kecamatan.
Dalam menunjang kinerja di tengah masyarakat, Senkom yang terdiri dari
berbagai lapisan masyarakat mempunyai peran penting dalam menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ujar H. Semoga Jaya,
MS., Bc.Ku selaku Ketua Senkom Mitra Jawa Timur.
Kebutuhan rasa aman, lanjutnya merupakan kebutuhan utama dalam
kehidupan sosial. Untuk itu, perlu dilakukan sinergitas antara Senkom
Mitra Polri dengan Polri khususnya di wilayah Jawa Timur.
Anggota Senkom Provinsi Jawa Timur yang berjumlah sekitar 4200
personil, dapat membawa dampak bagi terciptanya masyarakat yang
kondusif. Tentunya, harus didukung keikutsertaan dan kemitraan yang
solid antara Senkom dengan Polri dalam menciptakan kamtibmas.
Senkom mempunyai tugas menginformasikan gangguan kamtibmas kepada
pihak kepolisian. Kemudian pihak kepolisian yang menindak lanjuti
gangguan kamtibmas tersebut. "Artinya Senkom hanya bertugas sebatas
memberikan informasi bukan menindak kejahatan", pungkas H. Muhammad
Sirot SH., S.IP dalam pembukaan Workshop Senkom Provinsi Jawa Timur di Hotel Papilio Surabaya, Senin (30/11).
Ia menambahkan, bahwa tugas Polri akan semakin ringan dengan kehadiran
Senkom Mitra Polri. Karena dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten,
kota, kecamatan saling bersinergi dan solid dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Diharapkan Senkom di seluruh nusantara dapat membantu dan
mensosialisasikan tugas dan kegiatan dari kepolisian. Sehingga
terwujud masyarakat Indonesia yang aman, nyaman dan damai.

Minggu, 07 Desember 2014

KORBAN HANYUT DI SUNGAI BRANTAS DITEMUKAN



Malang | Minggu (7/12/2014) Setelah melakukan pencarian korban hanyut selama 3 hari, akhirnya SAR gabungan (Senkom Mitra Polri, SAR Trenggana, SAR Pakem dan TRC Bakesbang Kota Malang) berhasil menemukan  jasad korban pada hari Minggu (7/12/2014) sekitar pukul 11.30 WIB.  Lokasi penemuan di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, berjarak sekitar 6 KM dari lokasi jatuhnya korban.
Korban adalah Fahril Maulana (14 tahun) anak dari pasangan Asnan dan Rohmah, yang beralamat di Jl. Muharto Gang V RT/RW: 07/08 Kedungkandang Malang.  Awal kejadian Kamis sore (4/12/2014) korban bermain bola bersama teman-temannya, berusaha mengambil bola yang tercebur di sungai Brantas.  Korban terjatuh dan hanyut karena tidak bisa berenang.  Warga yang berada di sekitar kejadian berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil.  Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungkandang dan SAR.
SAR Senkom Mitra Polri diperkuat 10 personil, Suyono Baskoro, Suwadi, Sodik, Syafi’i, Wiyadi, Mahbub, Andik, Irul, Zen  dan Sadeck Warnanto


Sabtu, 18 Oktober 2014

Profesi Ini Diperbolehkan Miliki Pistol


        Senkom MP | JAKARTA - Tidak semua masyarakat diperbolehkan memiliki senjata api atau pistol. Ada sejumlah syarat dan ketentuan bila ingin memiliki pistol.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) No.82/2004 orang-orang yang bisa diberikan ijin memiliki senjata api bela diri tersebut di antaranya pejabat DPR/MPR/legislatif, pejabat Eksekutif, pejabat pemerintah, pejabat swasta, pengusaha, direktur utama, komisaris, pengacara dan dokter.
Namun, lanjut Rikwanto, tetap tidak semuanya bisa membawa atau menenteng senjata api tersebut sembarangan terutama di tempat umum.
"Syarat untuk mendapatkannya, berusia 24-65 tahun, minimal mengikuti kelas menembak selama tiga tahun, lulus tes psikologi, lulus tes kesehatan, dilengkapi surat keterangan dari instansi atau kantor dari orang yang ingin mendapatkan ijin memiliki senjata api," ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat 17 Oktober kemarin.
Selain itu, menurut Rikwanto, pemilik juga harus lulus uji keterampilan mengamankan dan merawat senjata api dan digunakan apabila dalam situasi dan kondisi yang mengganggu keselamatan jiwanya.
"Jadi ketentuannya sangat ketat, dan tidak sembarangan," jelasnya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons